Jumat, 26 Maret 2010

Tahajud Menyembuhkan Penyakit

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..


Apa kabar di pagi hari ini? Semoga kita masih tetap istiqomah dalam menjalankan sholat tahajud.

Ternyata sholat tahajud atau qiyamul lail dapat menangkal dan menyembuhkan penyakit yang ada pada tubuh kita sebagaimana sabda Nabi Muhammad, 'Hendaklah kalian melaksanakan qiyamul lail karena qiyamul lail itu adalah kebiasaan orang-orang sholeh sebelum kalian. Sarana mendekatkan diri kepada Allah, penghapus keburukan, pencegah dosa dan penangkal penyakit di badan (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).

Menurut penelitian Prof. Moh. Sholeh dalam bukunya 'Pelatihan Shalat Tahajud' Sholat tahajud dilakukan dipenghujung malam yang sunyi bisa mendatangkan ketenangan. Sementara ketenangan itu sendiri mampu meningkatan ketahanan tubuh imunologis, mengurangi resiko terkena penyakit jantung, menangkal berbagai penyakit dan meningkatkan harapan hidup.

Jadi, Sholat tahajud yuk...!

Wassalam,
--
READ MORE......

Jumat, 19 Maret 2010

Solusi Menghadapi Guncangan Hati

Untuk mengawali materi 'Solusi Menghadapi Guncangan Hati.' saya ingin mengajak anda, Mari kita bayangkan bagaimana bila kita tidak bisa berenang kemudian tenggelam di sungai yang dalam dan memiliki arus yang deras. Pertama yang dilakukannya adalah menyelamatkan diri dengan cara melawan sampai kehabisan napas dan akhirnya sampailah pada napas terakhir. Biasanya bila seseorang meninggal disungai karena tenggelam tubuhnya menjadi mengapung. Kenapa tubuhnya mengapung karena ia berhenti melawan.

Begitulah bila hati kita terguncang, banyak diantara kita tenggelam dalam berbagai konflik, pertengkaran, marah, kecewa bahkan depresi. Hal itu terjadi karena diri kita terus menerus melawan terhadap setiap datangnya guncangan hati terjadi.

Nyaris dalam hidup kita berhadapan dengan problem, masalah, kita buru-buru menyingkir. Jenuh dengan pekerjaan cari hiburan. Badan sedikit sakit buru-buru melenyapkan pakai obat. Inilah sebuah gambaran bagaimana yang disebut dengan perlawanan. kenapa kita tidak pernah selesai dari berbagai guncangan hati. Bahkan ada yang menyebutkan dari mata terbuka sampai mata terpejam hatinya tak pernah berhenti untuk tidak gelisah, cemas dan marah? Karena di dalam dirinya terus melawan bahkan sampai didalam mimpinya bagai dikejar-kejar kegelisahan, kecemasan dan kemarahannya sendiri.

Itulah sebabnya di dalam sholat kita diajarkan untuk berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan senantiasa membaca 'Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin.' 'Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Tuhan Semesta Alam.' Berserah diri kepada Allah berarti tidak melawan. Semua kejadian di dalam hidup kita adalah bahan kehidupan untuk kita olah sehingga mampu menjadi kekayaan batin kita.

Sholat mengajarkan agar kita mencintai tanpa membenci, mengenali tanpa menghakimi, berbuat baik tanpa berharap balas. melihat kehidupan sebagaimana adanya, membiarkan kehidupan mengalir dengan meng-agungkan KemahaBesaran Allah. namun seringkali keakuan justru menolak, kita bisa menerima cinta tetapi tidak menerima benci, kita mau kebaikan namun kita menolak kekurangan, kita hanya mau menerima kebahagiaan tetapi kita menolak kesedihan, itulah pangkal penderitaan hidup kita.

Dengan sholat dan dzikir maka kita akan membawa ketenangan hati dan ketentraman jiwa memenuhi rongga dada. badan kita menjadi ringan sekali, Pikiran kacau akan hilang, sebagaimana janji Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

'Yang beriman dan tentram hati mereka dengan mengingat Allah, ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati kita menjadi tentram (QS. al-Ra'd/13:28).

Takala keakuan diterangi oleh cahaya Ilahi Robbi, maka menghilanglah keakuan. Keakuan menjadi hilang dan kehidupan kita menjadi kebahagiaan. Salah satu ciri-cirinya adalah sudah tidak ada bedanya lagi teman sekantor yang memuji atau mencaci maki diri kita. Keduanya sama2 indahnya. Itulah 'Solusi Menghadapi Guncangan Hati.'
READ MORE......

Minggu, 07 Maret 2010

Racun-racun Hati : Racun Mata

racun pandangan mata (fudhulun nazhar).
Racun pandangan mata akan menyerang hati kita tatkala kita mengumbar pandangan mata dan mengarahkan pandangan kita pada hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Diantara pandangan-pandangan mata yang diharamkan, memandang lawan jenis yang bukan hak kita adalah yang paling berbahaya. Memanjakan pandangan kita pada barang-barang mewah di mal, pasar dan sejenisnya juga bisa mendatangkan racun bagi hati kita. Demikian pula terlalu banyak menggunakan penglihatan untuk hal-hal yang sia-sia juga bisa meracuni hati kita.
Pandangan mata yang diumbar dan tidak dikendalikan akan merusak hati kita. Ia ibarat panah beracun yang dilesakkan Iblis ke arah hati kita. Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits Nabi dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Pandangan mata adalah panah beracun yang dilesakkan oleh Iblis. Barangsiapa memejamkan matanya (dari yang haram) karena Allah, maka Allah akan memberikan pada hatinya lezatnya iman, yang akan ia dapat sampai ia berjumpa dengan-Nya.”
Masih dari Imam Ahmad, beliau juga meriwayatkan hadits Nabi yang lain dari Abu Umamah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah seorang mukmin ketika melihat kecantikan seorang wanita kemudian ia memejamkan matanya, kecuali Allah akan memberikan kepadanya kenikmatan beribadah.”
Ketika ketika memandang sesuatu yang diharamkan oleh Allah, racunnya akan masuk kedalam hati kita. Sebagaimana sifat racun, racun pandangan mata tidak akan bisa hilang begitu saja dari dalam hati kita. Ia akan membekas dalam hati kita, dan tidak mudah bagi kita untuk menghilangkannya begitu saja. Dibutuhkan terapi dan pengobatan yang intensif agar racun tersebut benar-benar hilang dari dalam hati kita.
Bersamaan dengan pandangan mata kita terhadap sesuatu yang haram, syetan ikut masuk kedalam hati kita dengan cepat, lebih cepat daripada masuknya udara ke tempat yang kosong. Ketika itulah syetan menghias bagi kita apa yang kita lihat itu, sehingga semuanya tampak mempesona dan membuat kita terpana dan terkesima. Lalu syetan membisikkan janji-janji, harapan-harapan dan lamunan-lamunan pada hati kita, sehingga api syahwat menyala dalam diri kita. Jika kita pada saat itu tidak bisa mengendalikan diri, kitapun akan terjatuh kedalam kemaksiatan yang nyata.
Tentang betapa berbahayanya pandangan mata, Imam Al-Ghazali berkata,”(Semua berawal dari) pandangan mata (antara dua lawan jenis), lalu senyuman, lalu sapaan, lalu pembicaraan, lalu janji (untuk bertemu), lalu pertemuan (antara keduanya). Ketika itulah syetan menjadi pihak yang ketiga.” Demikianlah kemaksiatan dan perbuatan yang keji bisa terjadi bermula dari sekadar pandangan mata.
Pandangan mata yang diumbar dan tidak dikendalikan juga akan menyibukkan hati kita, sehingga kita menjadi lupa pada berbagai kebaikan dan amal shalih. Ketika itulah kita bisa terjebak untuk menuruti dorongan hawa nafsu dan terlena dalam kelalaian tersebut. ”Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingati kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS Al-Kahfi: 28)
Karena sedemikian berbahayanya pandangan mata jika diumbar dan tidak dikendalikan, Allah menyeru kepada orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, agar menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang terlarang. Dalam QS An-Nuur: 30-31, Allah berfirman,”Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya ....”
Dan langsung sesudah ayat-ayat ini, Allah berfirman,”Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi....” (QS An-Nuur: 35) Ini adalah sebuah isyarat bahwa kepada orang-orang beriman yang menahan dan menjaga pandangannya, Allah akan memberikan kepada hati mereka cahaya. Ketika itulah, mereka akan mudah menerima berbagai macam kebaikan dari manapun asalnya. Mereka juga akan mampu membedakan yang haq dengan yang batil, yang sunnah dengan yang bid’ah, dan demikian seterusnya. Disamping itu, Allah akan memberikan kepada mereka firasat yang benar, yang mengenai hal ini Rasulullah bersabda,”Takutlah kalian pada firasat seorang mukmin, karena ia melihat dengan cahaya Allah.” Menguatkan hal ini, seorang tabi’in berkata,”Barangsiapa yang zhahirnya disibukkan dengan amalan-amalan sunnah, batinnya senantiasa muraqabah kepada Allah, pandangan matanya ia jaga dari yang haram, dirinya ia cegah dari perkara syubhat, dan perutnya ia beri makan dari yang halal saja, maka tidak akan salah firasatnya.”
READ MORE......